Terduga Pelecehan Seksual Dinonaktifkan Sebagai Pengurus. Perbakin Surabaya : Bukan Pelatih
- Posting Oleh Nanang
- Sabtu, 13 Juni 2026 14:06
SURABAYA (BM) - Pengurus Perbakin (Persatuan Menembak Indonesia) Kota Surabaya telah menonaktifkan JL sebagai pengurus yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang atlet. Hal ini diungkapkan Hadi Susilo Wakil Ketua Harian Perbakin Surabaya dalam konferensi pers bersama pengurus Perbakin Kota Surabaya di lapangan tembak, Kodam V Brawijaya, Sabtu (13/6) siang.
Hadi dalam keterangannya menyebut bahwa pelaku bukan pelatih, melainkan pengurus yang sudah dinonaktifkan sejak 12 Juni 2026. “Terduga bukan pelatih Perbakin Surabaya, karena untuk pelatih harus bersertifikasi dari Koni sebagai seorang pelatih,” ungkap Hadi didampingi sejumlah pengurus harian Perbakin Surabaya, di depan awak media.
Hadi menjelaskan, penonaktifan pelaku sebagai pengurus Perbakin ini dilakukan agar memudahkan proses hukum yang sedang ditangani pihak kepolisian. “Proses hukum ini sepenuhnya kami serahkan dan kami percayakan kepada teman-teman Polrestabes Surabaya,” terangnya.
Selain itu Hadi juga menyampaikan bahwa pelaku ini mempunyai tempat les privat yang menyewa di lingkungan Perbakin Jawa Timur. “Jadi tempat lesnya itu pribadi bernama Lasapa dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan pelaku bukan agenda resmi Perbakin Surabaya,” tegasnya.
Atas peristiwa yang terjadi, Perbakin Surabaya mengaku prihatin, kecewa, dan menyayangkan dugaan kasus yang mencuat. Organisasi menegaskan posisinya untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada korban. “Kami merasa prihatin, marah, dan kecewa atas kejadian ini. Dalam persoalan ini, Perbakin Surabaya memposisikan diri berpihak kepada korban,” tegasnya.
Perbakin Surabaya juga menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya. Organisasi menyatakan akan bersikap kooperatif dan membantu kebutuhan penyidikan yang diperlukan oleh kepolisian.
“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan mempermudah setiap kebutuhan pemeriksaan dari pihak kepolisian,” pungkasnya. Sebagai langkah antisipatif, Perbakin Surabaya bersama pihak terkait berencana memberikan himbauan kepada seluruh atlet menembak beserta orang tua mereka. Selain itu, organisasi juga akan membekukan sementara seluruh aktivitas yang berkaitan dengan komunitas atau kegiatan Lasafa hingga situasi dinilai kondusif.
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (701)
- Hukrim (1950)
- Plesir (26)
- Peristiwa (469)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2039)
- Internasional (560)
- Sports (1996)
- Ekonomi (1481)
- Jawa Timur (16443)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (289)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2753)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (11)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (33)
- Global (10)
- Pendidikan (208)
- Hukum (23)
