Mode Gelap
Image
Selasa, 21 April 2026
Logo
Tokoh Soekarnois dan Senior GMNI Tolak Pencalonan Eri Cahyadi Maju di Pilwali 2024
Dr. Hadi Pranoto, SH. MH, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Keluarga Besar Marhaenis Jawa Timur dan mantan Ketua DPC GMNI Surabaya Periode 1978 – 1980

Tokoh Soekarnois dan Senior GMNI Tolak Pencalonan Eri Cahyadi Maju di Pilwali 2024

SURABAYA (BM) - Dr. Hadi Pranoto, SH. MH, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Keluarga Besar Marhaenis Jawa Timur dan mantan Ketua DPC GMNI Surabaya Periode 1978 – 1980 ini secara tegas menolak pencalonan Eri Cahyadi  sebagai Calon Walikota Surabaya dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) 2024.

“Pada Pemilihan Walikota 2019, saat itu semua partai politik mendukung calon mantan Kapolda Jatim, Machfud Arifin. Satu-satunya hanya PDIP yang mengusungnya. Dan saya waktu itu merupakan deklarator pergerakan Soekarnois yang membacakan deklarasi mendukung Eri Cahyadi untuk jadi Walikota. Tapi apa setelah jadi Walikota? Saya kecewa dengan karakter sebagai pemimpin yang tidak baik,” ungkapnya melalui akun video tiktoknya yang dikirim ke beritametro.id, Sabtu (22/6/2024).

Menurut Hadi, Eri memiliki karakter pemimpin yang tidak pernah berterima kasih dan malah justru membuat gaduh di Dewan Kesenian Surabaya (DKS)  yakni organisasi kebanggaan arek-arek Surabaya.

“DKS diacak-acak justru malah dibuat tandingan. Ini sangat jelas karakter pemimpin yang tidak baik, kapasitas juga tidak ok, kapabilitasnya juga tidak ok. Kami yang mendukungnya waktu itu barisan Soekarnois, tidak butuh apa-apa wong ucapan terima kasih saja tidak dan selama 5 tahun saya amati kinerjanya jauh dibawah kualitas bu Risma,,” imbuh Penasihat DKS ini.  

Hadi mencotohkan, setiap periodik, Tris Rismaharini menjelang musim hujan, sungai-sungai dikeruk agar bersih dan dalam, menghindari banjir.

“Tapi Walikota yang kami dukung, sekalipun tidak pernah mengeruk sungai, daerah yang awalnya asri jadi kumuh, ada itu contohnya dikelurahan Mojo. Lalu di Jojoran 1 sekarang juga kumuh, banyak PKL dan rumah-rumah yang menjorokkan tanahnya memakan fasilitas umum,” ulas pria yang juga sebagai Penasihat Aliansi Madura Perantau (AMP) dan Penasihat Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati) ini.

Hadi Pranoto berharap PDIP untuk mempertimbangkan Walikota yang akan datang, karena menurutnya Eri Cahyadi tidak layak memimpin Surabaya dengan karakter yang tidak baik.

“Ini orang aji mumpung, ucapan terima kasih saja tidak, malah merusak DKS, kerjanya buruk. Saya berharap muncul calon alternatif yang lebih baik,” pungkasnya.

Komentar / Jawab Dari