Mode Gelap
Image
Kamis, 28 Mei 2026
Logo

Dorong Desa dan Kampung Kembangkan Potensi Lokal, Mendes PDT Buka Workshop Nasional

Dorong Desa dan Kampung Kembangkan Potensi Lokal, Mendes PDT Buka Workshop Nasional
Mendes PDT Buka Workshop Nasional Evaluasi Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Vasa Hotel, Minggu (21/12) malam

SURABAYA (BM) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan menggandeng International Fund for Agricultural Development (IFAD) menggelar Workshop Nasional Evaluasi Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Vasa Hotel, Minggu (21/12) malam.

Workshop Nasional ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi strategi dalam mempercepat kemandirian ekonomi desa dan kampung di seluruh Indonesia. H. Yandri Susanto, SPt, MPd, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai evaluasi perjalanan Tekad tahun 2025, di mana menurutnya Tekad merupakan transformasi ekonomi kampung terpadu.

“Kegiatan ini merupakan Kerjasama Kemendes PDT sama IFAD, dimana sasaran kita di 9 provinsi, ada di NTT, Maluku, Maluku Utara, kemudian Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Gunungan, Papua Induk, Papua Barat, dan Papua Barat Daya,” ujarnya Yandri.

“Nah, tadi kita fokus kepada pembinaan BUMDes, kemudian ada rumah inovasi teknologi desa, dan sebagainya. Kita menargetkan dari program Tekad ini ada peningkatan ekonomi, baik skala itu rumah tangga, maupun tadi skala perusahaan seperti BUMDes,” ulas politikus Partai Amanat Nasional ini.

Dalam kesempatan itu, Yandri menjelaskan Tekad salah satunya telah menyasar pada produk ekspor. “Seperti kita pembinaan di daerah Ngada, Kopi Bajawa, yang tadi mau di ekspor 5 ton, sekarang jadi 10 ton ekspor perdananya, termasuk produk yang lain. Bisa jadi produk-produk itu dipasarkan ke Indonesia yang lain, atau provinsi yang lain, atau juga ekspor,” ulas Yandri.

Namun yang paling penting sambung Yandri bagaimana di 9 provinsi tersebut, daerah sasaran atau lokus dari Tekad itu ekonomi bangkit.

“Maka perlu pendampingan dan pemberdayaan dari Kemendes. Dengan adanya program ini kita harapkan akan menjadikan desa-desa di Indonesia Timur itu bisa mengembangkan serta bisa mengejar ketertinggalannya. Istilah saya itu, kesenjangan itu kita agak rapatkan, jangan terlalu mengangah,” paparnya.

Yandri menegaskan, bahwa Asta Cita yang digaungkan oleh Presiden itu yakni membangun dari desa, semua desa, termasuk desa di kawasan Timur Indonesia. “Afirmasinya banyak, melalui Tekad, melalui MBG, melalui Kopdes, dan lain sebagainya,” urainya.

Untuk itu Yandri berharap, kolaborasi ini bisa menghasilkan desa-desa tersebut menonjolkan potensinya masing-masing. Tak hanya itu, Yandri juga menyampaikan, pada kegiatan ini mengeksplorasi potensi-potensi yang ada. “Ya dari BUMDES itu, bisa produk dan produk itu misalkan ada kemiri, ada kopi, ada vanili, ada koala, ada juga desa wisata. Kemudian mungkin ada kerajinan tangannya UMKM-nya atau pertaniannya, silahkan” ulasnya lagi.

“Ada desa tematik yang kita buat, desa ikan nila, desa ayam bertelur, mungkin pertanian jagung dan sebagainya. Inti pokoknya, kita tidak menyeragamkan di 1110 desa sasaran itu tidak satu produk, tapi yang kita kawal adalah bagaimana potensi desa itu menjadi keunggulan mereka,” tandasnya.

Yandri menegaskan, intinya melihat potensi yang ada, sehingga potensi itu akan semakin kuat. Dan targetnya di samping kebutuhan lokal, sehingga bisa ekspor dan bisa dipasarkan ke daerah yang lain. Selain itu, Yandri juga menjelaskan, Kemendes PDT melakukan pendampingan sebagai fasilitator, fasilitator di tingkat Provinsi dan Kecamatan.

“Kita ada pelatihan-pelatihannya, kemudian ada literasi-literasi yang lain sesuai dengan potensi tadi. Kalau misalkan ada petani coklat, kemarin kita bawa ke Bali karena di situ Bali punya perkebunan coklat yang bagus,” jelas Yandri.

“Kemudian ada peternakan ayam, ya tentu kita buat peternakan ayam betul yang bagus dan baik sesuai dengan literasi yang ada. Jadi semua kita lakukan pendampingan dan pemberdayaan. Tidak hanya memberikan uang saja tapi yang paling penting kita lakukan pendampingan dengan pelatihan-pelatihan,” pungkasnya.

Komentar / Jawab Dari