Mode Gelap
Image
Minggu, 19 April 2026
Logo
Kebijakan Pemerintah Dinilai Ciderai Reformasi, Aksi Mahasiswa di DPRD Jatim, Ricuh
Aksi Mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Timur

Kebijakan Pemerintah Dinilai Ciderai Reformasi, Aksi Mahasiswa di DPRD Jatim, Ricuh

SURABAYA (BM) - Aksi Mahasiswa di depan gedung DPRD Jawa Timur yang menamakan diri Aliansi Jatim Menggugat bertajuk 'Indonesia Gelap' berakhir ricuh setelah polisi menembakkan water cannon ke arah mahasiswa yang sedang melakukan aksi.

Kericuhan aksi ini mulai terjadi setelah mahasiswa mulai geram karena Ketua DPRD Jatim, Musyafa' tak kunjung menemui para mahasiswa sehingga para mahasiswa hendak maju melewati kawat berduri yang dipasang polisi.

Para mahasiswa kecewa Ketua DPRD Jatim yang sedang didesak untuk menyampaikan tuntutan kepada Presiden tak kunjung datang lagi ke massa aksi.

Hingga akhirnya, mahasiswa geram dan mencoba untuk bergerak lebih maju mendorong pagar kawat yang dipasang petugas keamanan di depan gedung DPRD Jatim, untuk meminta Musyafak segera menemui mahasiswa.

Namun, Musyafak tetap saja tidak keluar. Hingga akhirnya, polisi membubarkan paksa massa aksi yang sudah memanas dengan menembakkan water cannon.

Dalam aksi tersebut para mahasiswa membakar replika keranda jenazah sebagai bentuk protes atas ketidakhadiran Ketua DPRD Jatim saat mereka berorasi.

Ketegangan semakin meningkat ketika mahasiswa terlibat aksi saling lempar dengan petugas kepolisian yang berupaya memadamkan api.

Dalam kesempatan sama,  Aulia Thaariq Akbar Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Jatim Menggugat sekaligus Ketua BEM Unair mengatakan, aksi tersebut digelar sebagai bentuk respons dari kebijakan meresahkan di bawah Prabowo-Gibran.

Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah saat ini, kata dia, banyak mencederai cita-cita reformasi.

“Kami muak melihat hak-hak rakyat dirampas atas nama efisiensi, sementara kepentingan elite terus diutamakan,” ungkapnya.

Aksi ini sambungnya juga sebagai bentuk protes terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang dinilai berdampak buruk pada dunia pendidikan di Indonesia.

"Kebijakan efisiensi anggaran ini berdampak pada mahalnya biaya pendidikan. Hal ini sangat memberatkan mahasiswa dan rakyat Indonesia," pungkasnya.

Komentar / Jawab Dari