Mode Gelap
Image
Sabtu, 16 Mei 2026
Logo

Menyesap “Kopassus” di Kopi Dewa: Cara Ahmad Dhani Membawa Lidah Milenial Pulang ke Era 80-an

Menyesap “Kopassus” di Kopi Dewa: Cara Ahmad Dhani Membawa Lidah Milenial Pulang ke Era 80-an
Sesi jumpa pers saat The Grand Opening Kopi Dewa 19 Restography di Surabaya, Jumat (15/5/2026).

SURABAYA (BM) - Di tengah gempuran tren kopi kekinian dengan berbagai campuran sirup dan topping modern, Ahmad Dhani justru memilih melawan arus. Musisi jenius di balik besarnya nama Dewa 19 ini membawa sebuah resep sederhana yang ia klaim sebagai mesin waktu rasa: “Kopassus”.

Bukan merujuk pada satuan pasukan khusus, Kopassus di gerai Kopi Dewa merupakan akronim dari “Kopi Pakai Susu”. Namun, jangan tertipu dengan namanya yang terdengar jenaka. Bagi Dhani, ini adalah misi pribadi untuk menghidupkan kembali memori kolektif tentang rasa kopi susu klasik.

“Ini kopi yang saya kasih nama sendiri karena saya yang meracik. Namanya Kopassus,” ujar Dhani saat jumpa pers pada acara The Grand Opening Kopi Dewa 19 Restography di Surabaya, Jumat (15/5/2026).

Dhani bercerita bahwa inspirasi di balik Kopassus lahir dari kerinduannya akan atmosfer rasa kopi tahun 80-an. Menurutnya, ada profil rasa tertentu yang hilang di kedai-kedai kopi modern masa kini. Ia ingin generasi muda, terutama para milenial dan Gen Z yang tidak sempat merasakan hidup di dekade 80-an, bisa mengecap “orisinalitas” masa muda sang maestro.

“Untuk orang-orang yang belum pernah hidup di tahun 80-an, kami-kami ini yang pernah hidup di masa itu tahu kalau rasa kopi susunya ya seperti Kopassus itu. Rasanya sangat klasik,” tambahnya dengan nada optimis.

Strategi nostalgia dalam cangkir ini tampaknya membuahkan hasil manis. Sejak pintu gerai Kopi Dewa 19 di kawasan Merr dibuka, Kopassus langsung melesat menjadi primadona. Tim internal Kopi Dewa mencatat menu racikan langsung tangan dingin Dhani ini sebagai salah satu produk minuman paling laris dan paling banyak dicari oleh pengunjung di Surabaya.

Menikmati Kopassus di gerai ini memang memberikan pengalaman yang berbeda. Sambil menyesap kopi yang legit dan kental, pengunjung disuguhi pemandangan success story dan memorabilia asli sejarah Dewa 19. Ada drum yang pernah ditabuh oleh Agung Gimbal dan Tyo Nugros. Juga dalam waktu dekat, sudut-sudut gerai ini akan dihiasi oleh memorabilia yang lebih lengkap, termasuk gitar milik sang gitaris Dewa 19, Andra Ramadhan. Bahkan deretan foto success stories perjalanan band sejak tahun 1992 juga turut dipampang.

Dhani menyadari bahwa Kopi Dewa bukan sekadar tempat bisnis kafein. Ia membangun sebuah ruang di mana rasa dan sejarah berkelindan. Baginya, pengunjung yang datang tidak hanya membeli minuman, tapi juga membeli potongan memori dan inspirasi. “Kopi-kopi lain mungkin tidak ada unsur inspirasi. Di sini, kami hadir untuk memberikan itu lewat memorabilia. Sementara untuk rasa, militansi Baladewa tetap menjadi kunci,” pungkasnya sembari tersenyum.

Sementara itu, Andra Ramadhan mengaku sangat antusias bisa memajang gitar bersejarahnya di tempat ini. “Gitar itu punya banyak sejarah, banyak lagu Dewa 19 yang lahir dari petikan gitar itu. Saya ingin pengunjung, terutama anak-anak band muda di Surabaya, bisa merasakan energi dan semangatnya,” ungkap Andra.

Sebagai penikmat kopi berat, ia merasa Kopi Dewa adalah wadah yang tepat untuk berbagi perjalanan kariernya. Bahkan bagi Andra, kehadiran memorabilia tersebut bukan sekadar pajangan interior, melainkan pesan tentang sebuah proses. “Bahwa untuk sampai di titik ini, prosesnya panjang dan nggak instan. Semoga dengan adanya memorabilia ini, mereka jadi lebih semangat buat berkarya di musik,” pungkas gitaris yang telah melahirkan ribuan nada ikonik tersebut.

Bagi warga Surabaya yang merindukan sentuhan klasik di tengah hiruk-pikuk kota, segelas Kopassus mungkin bisa menjadi jawaban. Sebuah bukti bahwa di tangan Ahmad Dhani, kopi bukan sekadar urusan lidah, tapi juga tentang bagaimana merawat kenangan agar tetap relevan melintasi zaman. (arf/tit)

Komentar / Jawab Dari