Mode Gelap
Image
Minggu, 01 November 2026
Logo
Penutupan prafest 2026 ditandai dengan pawai ancak.
Pawai Ancak saat dilepas dari kyai Mas menuju kePRAFEST 2026 dibelakang koramil 0822/16 Prajekan

Penutupan prafest 2026 ditandai dengan pawai ancak.

Bondowoso,Berita Metro.id Penutupan Akbar Prajhegghàn Festival ( PRAFEST ) 2026 dikecamatan Prajekan,Kabupaten Bondowoso.diwarnai dengan Pawai Ancak,Pawai Budaya Ancak yang dimulai pada jam 15.30 mengambil titik pemberangkatan dari Kyai Mas dan Berahir dibelakang kantor Koramil Prajekan,hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekaligus bentuk apresiasi terhadap kekayaan seni dan tradisi lokal.Sabtu 31/10/26 Sore.

Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengajian Prajhegghân Bersholawat dan dimulai pada pukul 19.00 WIB dengan lokasi yang sama,dan melibatkan para alim ulama serta majelis Hadrah kobessah.

PRAFEST 2026 berlangsung sepekan, dimulai pada 25 hingga 31 Oktober 2026, Festival yang dipusatkan di Lapangan Belakang Koramil 0822/16 Prajekan tersebut menghadirkan beragam kegiatan selama sepekan, mulai dari lebih dari 20 stan UMKM yang menyajikan beberapa kuliner.

pameran bonsai, lomba fashon batik kasual, lomba tari kreasi Nusantara, hingga pertunjukan kesenian tradisional seperti ketoprak serta daul.

Dari penampilan Sejumlah kesenian lokal, seperti kentrongan, kadhisah, ludruk hingga ketoprak,dihadirkan sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya ke arifan lokal yang keberadaannya mulai jarang dijumpai di tengah masyarakat.

Seketaris Camat ( Sekcam ),Taufan kusuma Dharma S.STP menyamapaikan bahwa keterlibatan generasi muda menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan PRAFEST 2026.

Menurutnya, festival ini tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah.

“kegiatan PRFEST menjadi bagian dari gerakan pelestarian budaya. Mereka bukan hanya penonton, tetapi menjadi pelaku utama yang menggerakkan kegiatan ini. Karena itu, kami mengajak komunitas Nakkanak Prajegen untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan festival,” ujar Taufan.saat dikonfermasih lewat celulernya.

Taufan berharap, Prajhegghân Festival tidak hanya menjadi agenda hiburan dan pertunjukan seni semata,Namun juga menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kecintaan serta kebanggaan masyarakat terhadap identitas budaya daerah.

Melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda, PRAFEST diharapkan mampu menjadi ruang regenerasi seniman sekaligus menjaga agar kesenian tradisional Prajekan tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.( Sun ).

 

 

Komentar / Jawab Dari