Mode Gelap
Image
Minggu, 19 April 2026
Logo

Usaha Kue Keranjang Jelang Imlek Kebanjiran Pesanan

Usaha Kue Keranjang Jelang Imlek Kebanjiran Pesanan
Permintaan Usaha Kue Keranjang Jelang Imlek 2026 Kebanjiran Pesanan

SURABAYA (BM) – Permintaan kue keranjang di Surabaya mengalami lonjakan signifikan Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Tradisi tahunan masyarakat Tionghoa ini tak hanya sarat makna budaya, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Suasana dapur produksi kue keranjang rumahan di kawasan Kalidami, Surabaya, tampak lebih sibuk dari biasanya. Sejak sepekan terakhir, pesanan terus berdatangan dan diperkirakan masih akan meningkat hingga mendekati Hari Raya Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026.

Tak hanya memenuhi kebutuhan konsumen di Surabaya, kue keranjang produksi rumahan ini juga dikirim ke berbagai daerah, mulai dari Sidoarjo dan Gresik hingga ke luar pulau seperti Kalimantan, Papua, Bali, dan Manado. Lonjakan permintaan ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM. Dalam sehari, produksi kue keranjang bisa mencapai 150 hingga 300 kotak dengan berbagai ukuran dan kemasan.

Pilihan kemasan pun beragam, mulai dari isi satu, dua, empat, hingga sembilan buah kue keranjang yang menjadi favorit pembeli. Dalam sekali proses produksi, sekitar 40 kilogram bahan baku seperti tepung, gula, dan air diolah untuk memenuhi permintaan pasar.

Meski tampak sederhana, proses pembuatan kue keranjang membutuhkan waktu panjang dan ketelatenan tinggi. Adonan harus dimasak selama 14 hingga 15 jam agar menghasilkan tekstur kenyal dan cita rasa manis yang khas. Pemilik usaha kue keranjang, Fery Andrean, mengungkapkan bahwa momen Imlek selalu menjadi puncak penjualan setiap tahun.

“Sejak awal Februari pesanan sudah mulai padat. Biasanya makin dekat Imlek, jumlah order bisa naik dua kali lipat. Prosesnya memang lama, tapi kualitas harus tetap dijaga,” ujar Fery.

Kue keranjang yang telah matang dapat bertahan selama dua hingga tiga bulan di suhu ruang, dan bisa lebih lama jika disimpan di dalam lemari pendingin. Saat perayaan Imlek, kue keranjang menjadi sajian wajib karena memiliki makna filosofis mendalam. Teksturnya yang lengket dimaknai sebagai simbol kebersamaan, keakraban, dan harapan agar hubungan keluarga tetap erat.

Dengan harga berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp35 ribu per kotak, kue keranjang tak hanya menjadi bagian dari tradisi sembahyang, tetapi juga menjadi media berbagi kepada keluarga dan kerabat saat Tahun Baru Imlek. Tradisi kue keranjang pun tak sekadar menjaga nilai budaya agar tetap hidup, tetapi juga menjadi sumber penghidupan dan berkah bagi UMKM lokal, seiring semakin dekatnya perayaan Tahun Baru Imlek.

Komentar / Jawab Dari