Mode Gelap
Image
Minggu, 19 April 2026
Logo
Mengulik Sejarah Cita Rasa Kuliner Ayam Kanton Menjadi Brand UMKM Lokal
Ayam Canton Soerabaja Brand UMKM Lokal

Mengulik Sejarah Cita Rasa Kuliner Ayam Kanton Menjadi Brand UMKM Lokal

SURABAYA (BM) - Masakan Kanton memiliki sejarah panjang dan asal-usulnya dapat ditelusuri kembali ke 2000 tahun lalu pada awal Dinasti Han. Para koki pada saat itu sudah ahli memasak berbagai bahan dengan metode memasak tertentu.

Setelah ibu kota dipindahkan dari utara ke selatan pada Dinasti Song Selatan (1127 - 1279 M), banyak koki terampil berkumpul di Guangzhou, berkontribusi pada pengembangan masakan Kanton dan keterampilan memasak Kanton menjadi matang dan membentuk beberapa karakteristiknya sendiri.

Pada Dinasti Ming (1368 - 1644 M) dan Dinasti Qing (1644 - 1911 M), masakan Kanton telah menjadi sistematis dan Guangzhou penuh dengan rumah teh, hotel, restoran, dan toko makanan ringan.

Pada awal abad ke-19, sejumlah orang Guangdong pergi ke Amerika Utara, mereka mengelola banyak restoran masakan Kanton dan secara bertahap makanan Kanton menjadi makanan Cina paling populer di seluruh dunia. Sekarang, ini juga merupakan masakan Cina paling populer di luar negeri.

Ayam Canton Soerabaja Brand UMKM Lokal – Kuliner Favorit Walikota Surabaya

Masakan Kanton, termasuk Ayam Kanton, telah menyebar luas ke berbagai negara dan menjadi bagian dari kuliner global, salah satunya Ayam Canton Soerabaja adalah hidangan ayam khas Surabaya yang terinspirasi dari masakan Kanton. 

Ayam Canton Soerabaja ini memiliki ciri khas tekstur kulit renyah dan super gurih berlumur saus canton kaya rempah. Ada jahe, bawang putih, cengkeh, kulit jeruk, kayu manis, bunga lawang dan bumbu rahasia lainnya.

Yang menarik, Ayam Canton Soerabaja ini merupakan Brand UMKM Lokal yang berdaya saing. Sehingga hal ini yang membuat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan apresiasinya kepada Ayam Canton Soerabaja dan mendorong bahwa pelaku UMKM lokal tetap bertahan dan berdaya saing. 

Kebanggaan itu bukan tanpa alasan. Ia melihat perjalanan Ayam Canton Soerabaja dalam mempertahankan usaha dan kualitas masakan. Tidak mudah menyerah, selalu berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Pemilik Ayam Canton Soerabaja, Eko Sulistyo bercerita. Pada 2015 ia merintis usaha tersebut dari rumah berukuran 7x15 meter, berawal dari sebuah garasi, yang setiap hari ramai pengunjung. Bahkan banyak pengunjung bermobil yang datang hanya untuk mencicipi makanan khas Surabaya ini.

Perjuangan Eko tak main-main. Ayam Canton ia rintis sejak 2015 silam. Sangat banyak kisah naik turun dalam menjaga usaha ini. Bahkan sempat terkena dampak pandemi Covid-19.

"Tapi waktu itu kami percaya bahwa Pandemi Covid-19 akan segera berlalu, dan bersyukur bahwa sampai hari ini masyarakat masih banyak yang dapat menikmati Ayam Canton yang kami sajikan dengan bumbu dan rempah-rempah yang authentic," ungkap Eko saat ditemui di Jalan Kedungdoro, Rabu (9/7/2025).

Ayam Canton Soerabaja menawarkan sensasi kuliner restoran bintang lima. Namun dengan harga kaki lima. Harganya dapat diakses oleh semua kalangan, dan rasa tidak kalah oleh restoran-restoran ternama.

Eko berharap ke depan Ayam Canton Soerabaja segera melebarkan sayap dengan membuka lebih banyak cabang lagi supaya masyarakat lebih mudah untuk mengakses kelezatannya.

"Kami juga sedang mendevelop produk frozen yang dapat dinikmati oleh customer-customer kami ketika mereka sedang bepergian ke luar kota maupun luar negeri," pungkasnya.

Komentar / Jawab Dari