Mode Gelap
Image
Minggu, 19 April 2026
Logo

Rapat Paripurna DPRD Trenggalek Dalam Rangka LKPJ Bupati Tentang APBD Tahun 2024

Rapat Paripurna DPRD Trenggalek Dalam Rangka LKPJ  Bupati Tentang APBD Tahun 2024

Trenggalek - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek rapat paripurna agenda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Trenggalek terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Trenggalek Tahun Anggaran 2024, di Gedung Graha Paripurna. Kamis (27/3/2025).

Dalam hal ini dibenarkan Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, serta memberikan apresiasi terhadap hasil yang telah dicapai oleh pemerintah daerah.

"Ada empat misi utama yang menjadi fokus, yaitu pengembangan ekonomi pariwisata, kesetaraan gender, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, dan reformasi birokrasi. Semua ini menunjukkan hasil yang positif," ujar Doding.

Pihaknya menilai bahwa pencapaian tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dalam pembangunan daerah.

"Dari 4 item itu, alhamdulillah dari penyampaian Pak Bupati bagus semua. Semua naik, kaya PDRB kita bisa memproyeksi dari Rp. 28 juta menjadi Rp. 32 juta. Pertumbuhan ekonomi, walaupun kemarin-kemarin kita Covid, kita berada di 4,5%,” Jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, DPRD Trenggalek akan membentuk panitia khusus untuk menelaah laporan tersebut lebih mendalam dan menyusun rekomendasi bagi pengembangan Kabupaten Trenggalek ke depan.

“Nanti di panitia khusus menelaah kembali laporan ini, sehingga kita nanti akan memunculkan rekomendasi dari DPRD," tandasnya.

Ditempat yang sama Wakil Bupati Trenggalek, Muhammad Syah Natanegara, mewakili Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin yang berhalangan hadir, menyampaikan laporan secara rinci mengenai kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan APBD 2024.

“LKPJ ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Trenggalek 2021-2026,”ungkapnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah tahun 2024 tercatat sebesar Rp 1.976.717.300.281, atau tercapai 100,5% dari anggaran yang sebesar Rp 1.966.563.349.487.

Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp 281.233.905.461 yang terdiri dari berbagai sumber, termasuk pajak daerah yang mencapai Rp 58.999.202.750 dan retribusi sebesar Rp 20.879.239.578.

Untuk belanja daerah, realisasinya mencapai Rp 1.976.063.391.071 atau 95,20% dari anggaran sebesar Rp 2.075.760.481.282. Belanja daerah tersebut meliputi belanja operasional, belanja modal, belanja tak terduga, serta belanja transfer.

Menurutnya secara keseluruhan, indikator makro Kabupaten Trenggalek menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Di antaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat 72,47 poin, lebih tinggi dari target yang sebesar 71,93 poin. Angka kemiskinan pun turun menjadi 10,5% dari tahun sebelumnya yang sebesar 10,63%. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka tercatat turun menjadi 3,9%, meskipun target yang ditetapkan adalah 3,8%.

Lebih lanjut, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,71%, melebihi target yang ditetapkan sebesar 4,5%. PDRB per kapita juga mengalami peningkatan menjadi Rp 32,72 juta per tahun, melampaui target yang sebesar Rp 28,95 juta per tahun.

“Dari visi ‘Terwujudnya Kabupaten Trenggalek yang Maju Melalui Ekonomi Inklusif, Sumberdaya Manusia Kreatif dan Pembangunan Berkelanjutan’, misi-misi untuk mewujudkan visi tersebut menunjukan hasil yang baik,” harapnya.

Komentar / Jawab Dari