Mode Gelap
Image
Minggu, 19 April 2026
Logo
BUNGURASIH DARURAT PREMANISME: Saat Calo Jadi Perampok Berkedok Tiket
Saat Calo Jadi Perampok Berkedok Tiket

BUNGURASIH DARURAT PREMANISME: Saat Calo Jadi Perampok Berkedok Tiket

SURABAYA (BM) - Akhir pekan seharusnya menjadi momen penuh suka cita. Namun, bagi penumpang awam di Terminal Purabaya (Bungurasih), perjalanan bisa berubah menjadi mimpi buruk finansial. Sebuah peringatan keras datang dari pengalaman warga yang berulang kali menyaksikan praktik pemerasan berkedok calo tiket, yang menyasar penumpang di area vital terminal.

Ini bukan lagi sekadar calo biasa, ini adalah praktik premanisme terorganisir yang beroperasi di depan mata kita.

Berdasarkan laporan dan pengalaman yang dibagikan, pola kejahatan ini sangat jelas dan terus memakan korban. Para pelaku, yang seringkali menyamar dengan atribut kru bus palsu atau pakaian biasa, berkeliaran di area pintu masuk dan keluar terminal.

Mereka mengincar penumpang yang terlihat bingung atau terburu-buru, lalu melancarkan modus andalan: "bis terakhir".

Modus Kejahatan yang Merugikan

Dengan dalih mengejar "bis terakhir" yang akan segera berangkat, para calo abal-abal ini memaksa, mengintimidasi, dan menggiring penumpang untuk membayar tiket di tempat dengan harga yang tidak masuk akal.

Data korban berbicara jelas:

1. Seorang bapak tujuan Blora diperas membayar Rp 400.000 untuk tiket yang harga aslinya hanya Rp 90.000.

2. Seorang ibu tujuan Semarang dipaksa membeli tiket palsu seharga Rp 300.000. Ia baru sadar ditipu setelah di dalam bus, kondektur asli menagihnya lagi biaya resmi Rp 165.000.

3. Lebih parah, seorang ibu tujuan Gresik dipalak Rp 250.000 untuk perjalanan yang seharusnya hanya menggunakan Transjatim dengan tarif belasan ribu rupiah.

Ini adalah perampokan di siang hari. Para korban, yang seringkali dalam posisi terdesak dan takut, akhirnya pasrah dan enggan melapor.

HIMBAUAN TEGAS UNTUK PENUMPANG

Untuk menghindari kerugian, masyarakat diimbau untuk TIDAK PERNAH melayani atau bertransaksi dengan siapa pun yang menawarkan tiket di area pintu masuk, pintu keluar, atau area tunggu.

Ingat baik-baik tiga cara resmi dan aman membeli tiket bus di Terminal Bungurasih:

1. DI ATAS BUS (Cara Paling Umum): Naiklah ke bus sesuai jurusan Anda. Pembayaran ongkos HANYA dilakukan kepada kondektur resmi (berseragam) SETELAH BUS BERJALAN.

2. VIA ONLINE: Pesan tiket jauh-jauh hari melalui aplikasi resmi PO Bus atau platform penjualan tiket terpercaya.

3. LOKET RESMI (OFFLINE): Jika harus membeli langsung, datangi loket informasi tiket resmi yang berada DI DALAM TERMINAL, tepatnya di sebelah area tangga lift.

PANGGILAN UNTUK APARAT DAN PENGELOLA TERMINAL

Ini adalah "penyakit" menahun yang merusak citra salah satu terminal tersibuk di Indonesia. Keberadaan para calo premantisme ini adalah bukti nyata adanya celah pengawasan yang serius.

Pihak terkait—baik UPT Terminal Purabaya maupun aparat keamanan setempat—tidak bisa lagi hanya "berjaga". Perlu ada tindakan tegas, sapu bersih, dan penindakan hukum yang nyata terhadap para pelaku. Menempatkan petugas saja tidak cukup; harus ada patroli aktif yang proaktif menangkap oknum-oknum ini, bukan hanya menghalau mereka untuk pindah tempat.

Jangan biarkan Bungurasih menjadi zona menakutkan bagi pemudik. Keamanan dan kenyamanan penumpang harus menjadi prioritas tertinggi, bukan lahan subur bagi premanisme berkedok tiket. (dea/dicky)

Komentar / Jawab Dari